Macam Jenis Senjata Tradisional Aceh

Kita semua tahu, indonesia adalah salah satu negara yang kaya dengan tradisi dan juga budaya yang beraneka ragam. Seperti halnya yang akan kita bahas di dalam artikel ini tentang senjata tradisional Aceh yang sekarang menjadi salah satu warisan kebudayaan. Senjata tradisional Aceh yang dahulu digunakan sebagai salah satu senjata untuk melawan penjajahan yang terjadi di indonesia. Dan kini senjata-senjata tersebut menjadi sebuah legenda dan juga simbol keberanian masyarakat Aceh saat itu. Beberapa alat atau senjata tersebut juga sekarang masih digunakan namun bukan untuk perang, melainkan untuk kepentingan lain seperti untuk berkebun, berburu hewan dan juga sebagai salah satu alat masak di dapur. Pradaban sebuah bansga dapat diliah dengan sejaah yang telah di lewati oleh bansga tersbut. Masa keemasan suatu bangsa bukanlah datang dengan sendirinya melainkan sesuatu yang diperjuangkan dan juga di jaga hingga kini. Sejarah sebuah bangsa yang selalu meninggalkan sebuah jejak berupa benda peninggalan sejarh mempunyai nilai kebudayaan yang melekat, dan juga sudah sepatunya kita sebabagi generasi bangs tahu dan menjagianya. Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa senjata tradisional Aceh yang bersejarah. Senjata yang dahulu digunakan untuk melawan penjajah dan mempertahankan negara, senjata yang juga tidak hanya di pakaian sebagai alat melainkan juga sebagai simbol kebudayaan dan kekuatan suatu bangsa.

Macam-macam Senjata Tradisional Aceh

Aceh Darussalam, yang merupakan salah satu provinsi paling ujung indonesia punya rekam jejak yang panjang apalagi tentang hal yang menyangkut kebudayaan. Kekhasan budaya masyarakat melekat hingga kini, banyak juga kebudayaan aceh yang sekarang menjadi salah satu peninggalan sejarah perjuangan di masa yang lalu. Dan salah satu peninggalan sejarah tersebut dahulu juga digunakan sebagai salah satu dalam hal mempertahankan diri melawan para penjajah. Dibawah ini adalah beberapa senjata yang dahulu menjadi saksi perlawanan masyarakat Aceh dalam melawan penjajah.

Senjata Siwah

Senjata Siwah merupakan senjata tajam khas Aceh yang bentuknya mirip dengan Rencong, yang digunakan sebagai salah satu senjata untuk perang untuk menyerang. Bentuknya hampir sama dengan sama dengan Rencong, tetapi untuk bentuk siwah ini ukurannya panjangnya melebihi rencong. Alat perang ini sekarang sudah jarang ditemui, selain alat ini juga harganya cukup mahal merupakan salah satu bagian dari perlengkapan raja-raja atau uleebalang-uleebalang. Untuk siwah sendiri biasanya diberikan hiasan emas dan juga permata yang biasanya pada sarung ataupun pada gagang senjata ini, berfungsi sebagai perhiasan bukan sebagai bagian senjata.

Rencong

Rencong sendiri adalah senjata tradisional yang dahulu digunakan sebagai salah satu alat perang, senjata ini mulai dipakai pada zaman kesultanan Aceh, yaitu tepatnya sejak pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah salah satu sultan pertama di Aceh. Rencong sendiri selalu ada dan biasanya kan disisipkan di pinggang sultan Aceh, para Uleebalang dan pada masyarakat yang menggunakan rencong dan situs sbobet sebagai senjata mereka. Rencong sendiri di kenalam oleh Sulthan dan juga par abangswan lainnya, biasnaya rancong ini terbuat dari bahan dasar emas dan juga sarungnya terbuat dari gading. Sedangkan Ranceong sendiri di gunakan oleh masyarakat Aceh biasanya kan terbuat dari kuningan atau besi putih sedangkan untuk sarungnya biasa terbuat dari kayu ataupun tanduk kerbau.

Meucugek

Senjata yang dahulu dipakai oleh masyarakat Aceh selanjutnya adalah Meucugek. Senjata ini sendiri merupakan sebuah istilah perekat. Bentuk senjata ini tergolong kedalam ini rencong ini memiliki gagang yang di buat panahan dan mempunyai sebuah perkara yang berfungsi untuk memudahkan senjata ini jika akan menikam musuh atau lawan. Senjata ini sekarang biasanya digunakan masyarakat Aceh pedalaman untuk berburu hewan buruan.

Meupucok

Meupucok sendiri merupakan salah satu senjata Aceh yang terbuat dari ukiran-ukiran logam dan juga emas pada gagangnya. Meupucok sendiri biasanya akan digunakan sebagai salah satu hiasan pada acara-acara resmi di aceh yang berhubungan dengan acara adat ataupun juga berbagai macam acara kesenian. Senjata ini juga sekarang biasanya akan dipakai untuk salah satu hiasan di dalam acara pernikahan atau acara kesenian Aceh yang lainya sebagai sebuah simbol.

Pudoi

Senjata yang bentuknya mirip dengan rencong ini disebut dengan nama Pudoi. Pudoi sendiri bentuknya mempunyai gagang yang pendek dan juga lurus. Sehingga terkesan seperti sebuah bentuk rencong yang belum selesai. Sebutan Pudoi ini adalah salah satu sebutan untuk senjata ini untuk sesuatu yang dianggap belum selesai atau sempurna. Namun, pada umumnya senjata ini juga sudah bisa dipakai.

Rencong Meukuree

Senjata tradisional selanjutnya yang berasal dari Aceh yaitu Rencong Meukuree. Rencong Meukuree ini salah satunya mempunyai hiasan pada bagian matanya. Hiasan terbuat biasanya berupa gambar ular, lipan, burung atau binatang lainya sebagai simbol. Penggunakan senjata tradisional ini biasanya sama dengan menggunakan senjata jenis rencong yang biasanya dipakai sebagai salah satu simbol upacara adat masyarakat Aceh.

Peudeung

Peudeung atau yang dikenal juga dengan nama pedang Aceh ini umumnya digunakan salah satu alat untuk memperlengkap pertarungan pada zaman dahulu. Jika biasanya untuk senjata jenis rencong akan digenggam di sebelah kiri untuk pedang aceh ini biasanya digunakan sebagai alat tikam/tusuk. Peudang ini biasanya akan di gendam di sebelah kanan sebagai salah satu alat pengalihan perhatian untuk lawan atau musuh, sekaligus pencincang dan juga penusuk tumbuh bagi lawan. Selain itu untuk senjata Peudeung Aceh ini juga memiliki macam-macam, bentuk gagang yang membedakannya menjadi beberapa yaitu :

Peudeung Tumpang Jingki

Pada alat perang ini, gagang pedang dengan bentuk yang menyerupai sebuah mulut terbuka.

Peudeung Ulee Meu-Apet

Peudeung Ulee Meu-Apet untuk peudang jenis ini biasanya digunakan untuk menyerang musuh dna biasanya jika musuh sudah terkena senjata ini tidak mudah untuk terlepas. Merupakan salah satu senjata rakyat Aceh yang biasanya digunakan untuk berperang.

Peudeueng Ulee Tapak Guda

Peudeueng Ulee Tapak Guda untuk senjata jenis ini bentuknya juga menyerupai ganggang yang menyerupai telapak kaki kuda. Menurut sejarah daerah asal, senjata peudang Aceh ini juga cukup di kenal di antaranya yaitu peudeung Poertugis (dari Eropa Barat). peudeung Habsyah (dari Abbesinia), dan juga peudeung Turki (dari raja-rajaTurki).

Meriam Sri Rambai’ Iskandar Muda

Salah satu senjata yang digunakan masyarakat Aceh pada zaman dahulu yaitu Meriam Sri Rambai. Senjata ini juga menjadi salah satu bukti kejayaan Sultan Iskandar muda pada saat itu. Meriam ini hingga sekarang masih sangat kokoh dan bus anda liat sebagai salah satu bukti sejarah, meriam ini juga menghadap ke laut Forth Cornwalilis,George Town, Penang, Malaysia. Pada zaman dahulu meriam ini dipakai dan juga digunakan untuk menyerang para penjajah yang tiba di Aceh. Sedangkan untuk sekarang budaya meriem ini masih terus ada, biasanya meriam ini akan digunakan kembali pada saat bulan Ramadhan, fungsinya bukan lagi sebagai alat serang musuh melainkan sebagai ajang bermain memeriahkan bulan Ramadhan.

Demikian itulah beberapa senjata tradisional Aceh yang dibahas dalam artikel ini, senjata-senjata tersebut merupakan suatu kebudayaan yang sudah sepatutnya kita jaga dan kita lestarikan sebagai salah satu bukti kejayaan. Sekedar tambahan, Aceh sendiri sekarang menjadi salah satu tempat yang sudah banyak dikunjungi oleh para wisatawan karena memiliki banyak sekali destinasi wisata unik dan juga menarik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda dan juga menambah pengetahuan dan tentang berbagai macam senjata tradisional dan juga sejarah. Terimakasih.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa