Kujang Itu Simbol Kedaulatan Negara

Jika bertanya apa yang merupakan senjata khas yang berasal dari daerah Jawa Barat‎, yang dimana  sudah menjadi salah satu senjata khas yang biasa disebut dengan kujang. Namun ternyata, berdasarkan dengan hasil penelitian dari kebudayaan sunda yang dimana sekaligus juga dari seorang kolektor benda pusaka yaitu budi Dalton, kujang sendiri yang dimana merupakan  senjata yang ada dalam berbagai macam literatur kesenian  yang dimana alat ini sebenarnya tidak pernah disebut sebagai sebuah senjata.  Budi yang dimana dirinya  menjelaskan, pemahaman tentang masyarakat yang ada tentang kujang yang dikenal sebagai sebuah senjata tentunya menjadi salah satu hal yang harus diubah. Menurutnya, kujang sendiri yang dimana memiliki nilai yang lebih tinggi dari sekadar sebuah senjata. Kujang yang dimana juga diketahui sebagai salah satu simbol dari kedutaan yang ada di dalam sebuah negara. Yang dimana disebut juga oleh seorang pakar atau juga senjata itu bedong atau golok saya mempertahan suatu argumen bahwa dimana kujang sendiri adalah simbol atau pusaka buka sebuah pakarang.

Kujang Itu Simbol Kedaulatan Negara

Alasan lainnya  yang dimana Budi mengatakan, kujang sendiri yang memang tidak disebut senjata karena ‎bentuknya sendi yang memang penuh dengan  nilai estetika namun jauh dari bentuk ergonomis kujang yang dimama menmga bukan lah sebuah senjata. Bahkan dalam beberapa literatur untuk  kesenian yang dipelajarinya, Budi sama sekali dimana dirinya tidak mendengar kujang sendiri digunakan untuk perang. Kalau pun dibawa, kujang yang dimana hanya dibawa untuk menunjukan sebuah kasta seseorang ketika dalam perang. Budi yang juga menjelaskan jika kujang dibandingkan dengan golok yang pasti tentunya kujang lah yang akan kalah. Masyarakat sunda sendiri yang dimana menyebut hal ini sangat tidak ergonomis karena kujang memang tidak nyaman atau kurang enak dipakai untuk dijadikan sebuah senjata.

Seperti halnya jika digunakan untuk memotong kayu tentunya tentunya tidak bisa, untuk menusuk pun tidak bisa, bahkan untuk mengupas puntik bisa. Maka dari itu dimana kujang sendiri yang dikenal sebagai masyarakat sudan sebagai salah satu hal yang merupakan sebuah simbol yang kaya dengan nilai estetika. Yang dimana diketahui yang perlu sekarang dilakukan adalah untuk dapat mengakui eksistensi kujang yang dimana merupakan sebuah simbol dan juga merupakan sebuah benda pusaka. Dimana kita perlu menghilangkan sebuah stigma yang menyebutkan bahwa kujang sendiri bukanlah sebuah senjata agar nantinya hal tersebut juga bisa mengubah mindset orang. Terlalu panjang jika nantinya anda ingin mengetahui hal lebih dalam terkait nilai-nilai luhur yang dimana terkandung dalam sebuah sejarah kujang.

Namun menurut sebuah penelitian Budi, kujang  yang dimana dahulu kala merupakan sebuah simbol kejayaan untuk sebuah negara yang ‎bernama Kerajaan Pajajaran yang dimakan pada saat itu konon kekuasaannya yang dimana hampir meliputi seluruh nusantara. Ketika kita memahami sebuah tatanan negara lama yang di mana di sebut dengan Tri Tangtu yakni Rama, Ratu, dan juga Resi. Kujang ini yang dimana merupakan salah satu senjata atau juga merupakan sebuah simbol yang ada bagi sebuah kerajaan ‎atau juga bagi sebuah kerajaan atau negara.Budayawan Sunda Budi Dalton yang dimana dirinya ketika saat itu dimana dirinya sudah berhasil untuk dapat menunjukkan kujang naga lubang sembilan yang dimana kujang tersebut pilihan Presiden Joko Widodo yang dimana pada saat Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan yang pada saat itu dilakukan  pada 26 Agustus 2017 lalu.

Kujang Bukan Senjata

Budi yang dimana juga menyebutkan pada saat itu dimana kujang sendiri yang merupakan sebuah simbol yang digunakan kedigdayaan sebuah negara Pajajaran mulai hilang setelh pada tahun 2579 Masehi, yakni pada saat kerajaan pajajaran sendiri mengalami sebuah keruntuhan. Kesimpulan itu dimana lewat dilakukannya beberapa penelitian yang ada  bahwa tidak  dapat ditemukannya produk kujang pasca 1600 masehi. Kalau kembali ke dalam sejarah, semua menyatakan yang ada di dalam babad bahwa runtagna  atau yang disebut juga dengan runtuhnya kerajaan pajajaran di talaga yaitu pada 1578. Pasca runtuhnya Kerajaan Pajajaran lanjut Budi, orang-orang terdahulu pun  yang dimana pada saat itu pada akhirnya menyimpan dan menyembunyikan kujang. Bahkan, sejak saat itu dimana pula kujang tidak pernah muncul dalam sebuah kegiatan-kegiatan yang dimana bersifat seremonial.

‎Pada saat dinyatakan ketika  Pajajaran yang pada saat itu runtuh di 1578, semenjak itu  yang dimana juga kujang  yang menjadi salah satu simbol yang tidak ‎ada di dalam seremonial atau apapun karena dianggap eksistensi atau  juga dianggap kedaulatan sebuah negara yang dianggap sudah tidak ada. Semenjak itu pula kujang yang hanya jadi benda pusaka. Dimana diketahui jika kita main ke daerah kabuyutan atau sebuat tempat-tempat mala atau ketemu dengan orang tua dan kita mau melihat kujang diman tentunya kita harus ngobrol lama terlebih dahulu sampai dalam baru kemudian di perlihatkan kujang tersebut walaupun dalam waktu yang hanya sebentar dan nantinya akan dimasuki dan di balut kain putih kembali. Dimana beberapa orang yang paham karan untuk apa ditunjukkan karan Pajajaran yang memang sudah tidak daulat lagi, karena kujang itulah salah satu simbol dari kerajaan tersebut.

Hingga dimana pada akhirnya pada satu dekade ke belakang tentang eksistensi kujang yang dimana pada saat itu mulai kembali dimunculkan oleh para budayawan sunda yang dimana juga  serta pemerhati benda untuk pusaka yang dimana juga pada saat itu mulai mengidentikkan kujang dengan sebuah Jawa Barat atau juga Sunda. Maka dari itu pada saat itu dimana kujang mau muncul lagi yang dimana memang merupakan sebuah tantangan yang cukup berat karena‎ ini yang dimana berkaitan dengan sebuah kondisi eksistensi dan juga sebuah kedaulatan sebuah negara. Risikonya yang dimana juga cukup tinggi. Mungkin banyak orang yang dimakan juga tidak setuju kalau melihat tatanan lama. Kalau sekarang yang dimana sebetulnya hanya dapat menggali nilai-nilai kesejarahan bukan artinya dimana negara yang dimana  harus dipegang oleh orang sunda.

Padahal dimana pada saat kemunculan kujang justru dimana ingin menunjukan kedaulatan NKRI dari sebuah sisi kebudayaan asli. Berarti nilai-nilai ini yang dimana sudah mulai digali lagi ‎dan juga menjadi hal yang mereka sudah paham kalau tentunya kita juga butuh kedaulatan dari sisi hal budaya. Dalam hal ini dimana budaya sunda ingin yang ingin  memperlihatkan lagi eksistensinya bahwa kujang ini  yang dimana merupakan salah satu alat dan peninggalan sejarah yang masih ada.

Kujang yang dimana lebih sering dikenal orang dna dianggap sebagai salah satu senjata, ternyata pada kenyataan kujang bukanlah sebuah senjata melainkan sebuah simbol yang dimana menunjukan kedudukan orang tersebut. Dan juga menjadi salah satu simbol pustaka tentang kerajaan pajajaran pada saat masih berjaya, dimana kujang sendiri menjadi pusaka dan juga hal yang dianggap menjadi simbol kedaulatan negara Padjajaran pada tempo dulu.

Itulah beberapa hal yang dapat dirangkum tentang Kujang yang dimana selama ini selalu di salah artikan sebagai sebuah senjata. Selama ini orang mengenal jika kujang adalah senjata yang berasal dari jawa barat, namun ternyata kujang sendiri adalah simbol dari tanah sunda.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa