Senjata Canggih Indonesia Bikin Dunia Segan

Indonesia menjadi salah satu negara terkuat yang ada di kawasan Asia Tenggara. Salah satu ukurannya adalah kualitas prajurit dan militernya. Di sisi lain, Indonesia ternyata memiliki sebuah senjata yang juga tidak kalah canggih dari negara-negara lainnya. Bahkan ternyata negara Indonesia sendiri mempunyai senjata buatan sendiri, yang di ekspor ke negara lain seperti halnya Singapura dan juga Thailand. PT Pindad yang membuat sebuah senjata canggih Indonesia yang kemudian dikirim ke luar negeri.

Senjata Canggih Indonesia Bikin Dunia Segan

PT Pindad mampu memproduksi berbagai jenis senjata di antaranya seperti jenis senapan serbu tipe SSI-VI, SS2-V2, SS1-V3, SS1-V5, Senapan sniper SPR-1, pistol tipe P-1, P-2, revolver (R1-V1, R1-V2, RG-1 tipe A, RG-1 tipe c, senapan sabhara atau polisi tiep Sabhara V1 and Sabhara V2, senjata penjaga hutan, pistol profesional magnum, peluncur granat dan juga pelindung tubuh (personal body protection). Selain senjata buatan sendiri, Indonesia ternyata melengkapi alutsista militernya dengan berbagai macam senjata yang dikirim dari luar negeri. Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa senjata-senjata canggih yang milik Indonesia:

Kapal Selam KRI Nagapasa-403

Pertama ada kapal selam milik TNI AL yang di datangkan dari Korea Selatan. Kasal Laksamana Ade Supandi secara resmi dirinya menyambut kehadiran Kapal selam KRI Nagapasa-403. Kapal selam KRI Nagapasa-403 ini memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan mencapai 21 knot di bawah air, kapal ini juga mampu berlayar lebih dari 50 hari dan dapat menampung 40 kru. Kapal selam yang satu ini juga dipersenjatai oleh torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncurnya.

Kapal selam DSME 209 produksi DSME ini merupakan sebuah kapal selam teknologi tempur yang terbaru. Dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan juga peluru kendali anti kapal permukaan yang merupakan sebuah modernisasi armada kapal selam TNI Angkatan Laut. KRI Nagapasa-403 merupakan sebuah kapal selam kelas 209/1400 pertama dari tiga buah kapal selam sejenis yang dibangun di Korea Selatan dan juga Indonesia.

Hercules C-130

Kedatangan pesawat angkut berat C-130 menambah jumlah pesawat Hercules yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara menghuni Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd Saleh. Keunggulan C-130 yaitu antara lain terbukti dari kemampuan operasi yang mulai dari dukungan logistik, pasukan, kemanusian dan beberapa dukungan operasi lainnya.

Pasukan khusus TNI atau yang dikenal juga dengan pasukan pemukul reaksi cepat dapat langsung diterjunkan ke sasaran dengan pesawat angkut yang sudah melegenda tersebut. Penempatan C-130 berada di Malang karena Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh sudah mempunyai beberapa peralatan komplit untuk perawatan Hercules C-130 yang menjadi pangkalan induk dari armada ini.

Raytheon AGM-65K2

Raytheon AGM-65K2 adalah salah satu dari rudal andalan yang dimiliki oleh Indonesia yang dipasang pada pesawat tempur F-16. Rudal yang satu ini memiliki diameter yaitu sekitar 300 mm dan memiliki panjang 2,49 meter. Jika digunakan dalam keadaan baik, rudal Raytheon tersebut mampu menempuh jarak tembaknya yaitu hingga 24 kilometer. Raytheon sendiri memiliki sebuah kecepatan hingga 1.100 km per jam. Jadi bisa dibayangkan betapa cepatnya rudal s128 yang satu ini bergerak sebelum akhirnya mengenai sasaran.

Raytheon AGM-65K2 diproduksi oleh Amerika dan juga telah digunakan oleh 30 negara yang ada di dunia. Hingga sekarang produksi rudal yang satu ini sudah mencapai 70.000 unit sejak pertama kali di buat di tahun 192. Rudal yang satu ini menjadi salah satu senjata andalan Indonesia yang dioperasikan oleh Skadron Udara bersama dengan 10 unit F-16 serta 24 F-16 C/D.

Rudal RBS-15 MK3

RBS-15 MK3 adalah salah satu dari rudal multi platform yang sangat hebat hingga saat ini. Rudal yang satu ini dapat dipasang di truk, pesawat tempur hingga kapal perang. Untuk RBS-15 MK3 ini Indonesia memasangnya pada Kapal Cepat Rudal atau KCR dengan nama Klewang. Hingga saat ini Indonesia sendiri telah mempunyai 4 unit peluncur rudal RBS-15 MK3 yang dapat membuat negara tetangga ketar-ketir.

Rudal RBS-15 MK3 memiliki panjang hingga 4,35 meter dengan wingspan sepanjang 1,4 meter. Berat satu rudal tersebut bisa mencapai 800 kg dengan jarak tempuhnya yaitu 200 kilometer. Kecepatan rudal ini juga lumayan tinggi, hingga dapat mengenai sasaran dalam jangka waktu yang cukup singkat. RBS-15 MK3 adalah rudal hebat milik Jerman yang nyaris dipakai oleh banyak negara yang ada di Eropa seperti halnya Swedia dan juga Polandia.

Skyshield Gun Missile 35 mm MK-2

Alutsista yang merupakan buatan Oerlikon Contraves Rheinmetall, Swiss ini merupakan sebuah perisai pertahanan udara jarak pendek yang dimiliki oleh TNI AU. Alat ini diketahui sangat canggih dan juga modern. Senjata yang satu ini mempunyai jangkauan peluru sejauh 4.000 meter dengan kecepatan yang mencapai 1000 peluru per menit. Jarak kecepatan amunisi dari senjata ini rata-rata 1.050 meter per detik, sedangkan untuk maksimal magazen sendiri sebanyak 252 butir.

Alutsista dioperasikan di Denhanud 471 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber dengan 35mm, satu sistem sensor atau radar, dan pos komando yang ada secara terpisah. Sistemnya juga dilengkapi dengan amunisi AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) kaliber 35 mm yang dapat menyembur menjadi 202 butir dalam membentuk perisai (Metal Spin-stabilised Projectiles) setelah empat detik ditembakkan, sehingga kemungkinan target lolos dari peluru tersebut hanya 10 persen.

Kapal Selam Ardadedali 404

Dua kapal selam andalan yang menjadi milik TNI AL ini merupakan produksi Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) dari Korea Selatan. Kedua kapal selam ini merupakan dua dari total tiga kapal selam yang dipesan oleh Indonesia dari pemerintah Korea Selatan. Kapal Selam Nagapasa tersebut dilengkapi oleh sebuah sistem persenjataan terkini dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo sekitar 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan.

Termasuk torpedo Black Shark yang merupakan buatan Italia. Panjang kapal selam tersebut sekitar 61,3 meter, dan mampu menampung 40 kru kapal. Kecepatan kapal tersebut mencapai 21 knot di bawah air dan juga 12 knot di permukaan. Nantinya, kapal selam yang satu ini akan bergabung di Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II bersama dengan empat kapal selam sebelumnya, yakni KRI Cakra-401, KRI Nanggala-402, KRI Nagapasa-403, dan juga KRI Ardadedali-404. 6.

Demikian itulah persenjataan yang dimiliki oleh permiliteran Indonesia yang dapat membuat negara lain segan. Walaupun Indonesia tidak mempunyai senjata nuklir yang mematikan, namun ternyata negara Indonesia juga mempunyai persenjataan yang tidak kalah canggih dan mematikan dari negara lainnya.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa