Kisah Rencong, Senjata Legendaris Aceh

Rencong sendiri yang dimana adalah senjata tradisional yang berasal dari Aceh. Konon dimana benda tajam yang berukuran kecil ini sendiri adalah salah satu senjata yang diman juga sudah dikenal sejak masa kesultanan Aceh yang ada pada abad ke-17 masehi.
Rencong sendiri sebagai salah satu yang dimana digunakan untuk dapat menggantikan sebuah kedudukan untuk pedang karena rencong sendiri yang dimana juga dinilai sebagai sebuah senjata dengan keberadaannya yang dimana tidak mencolok. Pada masa itu dimana budaya ngopi juga menjadi salah satu budaya yang dimana juga sudah akrab dengan masyarakat, sehingga sultan yang dimana pada saat itu ingin ‘blusukan’ memilih membawa rencong untuk dapat berjaga-jaga.

Kini rencong sendiri yang dimana menjadi salah satu senjata yang diketahui juga telah bermetamorfosis dan juga menjadi salah satu senjata yang juga sudah dapat beralih fungsi menjadi situs sbobet88 casino dan juga menjadi salah satu cenderamata. Bagi anda pecinta wisata belanja, maka dimana tidak ada salahnya untuk menambah koleksi rancong untuk koleksi bertema etnik anda. Terlebih lagi dimana sebilah rencong sendiri bukan senjata tajam biasa karena benda ini juga menjadi salah satu alat yang menyimpan nilai historis. Di Aceh, sendiri rencong yang dimana salah satu benda yang biasanya kerap dijadikan sebagai salah satu cinderamata bagi tamu kehormatan.

Kisah Rencong, Senjata Legendaris Aceh

Benda tajam yang dimana benda ini sendiri terbuat dari besi atau juga dari kuningan yang biasanya akan bergagang tanduk atau juga menggunakan kayu berukir juga biasanya populer sebagai sebuah souvenir khas Aceh. Pelancong yang dimana mereka sendir seringkali menyelipkan sebuah rencong ke dalam daftar buruan yang mereka incar untuk dapat ditenteng sebagai oleh-oleh.

Riwayat rencong

Pada saat zaman Kerajaaan Aceh Darussalam yang dimana pada saat itu sendiri kerjaan ini yang dimana juga menjadi salah satu yang berpusat di Kutaraja (sekarang berada di Banda Aceh), para perajin yang dimana pada saat itu biasanya mereka yang dimana juga akan berkumpul di Gampong Pande. Pande sendiri yang dimana bermakna pandai. Dinamai demikian karena di situlah dimana nantinya para pandai besi yang kemudian akan berhimpun.

Perbedaan rencong yang ada pada zaman dulu yang dimana hanya mengenal satu model, jadi dimana pada zaman dahulu sendiri rancong yang dimana semuanya sama. Kalau sekarang dimana rencong sendiri menjadi senjata yang juga sudah banyak dikreasikan khususnya yang ada pada bagian gagang, ada yang menggunakan sebuah tanduk kerbau ada juga yang dimana memakai kayu atau juga dengan kombinasi keduanya. Selain itu motif dan juga ukuranya juga lebih kreatif.

Proses pembuatan

Laki-laki yang dimana sejak umur 16 tahun sudah menggeluti sebagai profesinya sebagai perajin, biasa mereka nantinya akan dapat membuat rencong sesuai dengan pesanan. Rata-rata dalam sehari ia sendiri yang dimana akan dapat menyelesaikan pembuatan sebilah rencong.Prosesnya untuk dapat memulai pembuatnya dimana dimulai dari mengolah bahan baku yang berupa besi putih atau juga berupa besi hitam. Bahan baku tersebut yang dimana kemudian diambil dari bahan bekas yang dimana juga sudah tak terpakai atau juga bahkan dibelinya dari penggalas. Besi batangan itu yang nantinya akan lantas dibelah sesuai kebutuhan. Tahap selanjutnya yang dimana juga merupakan salah satu tahapan sekaligus yang paling menentukan adalah sebuah proses tempa.

Potongan besi yang dimana kemudian dipanaskan di atas bara, kemudian besi yang dimana juga telah menyala sangat merah itu yang kemudian ditaruh di atas tatakan atau juga di taruh di atas lantas kemudian nantinya besi panas tersebut yang dimana kemudian akan dihantam berulang-ulang menggunakan semacam sebuah palu berukuran extra besar. Begitu kemudian seterusnya hingga kemudian dapat mencapai sebuah hasil yang diinginkan. Sementara untuk sebuah proses pembuatan gagang yang dimana nantinya akan dimulai dari memotong kayu atau juga akan memotong tanduk. Keduanya yang dimana nantinya akan lantas dibuat pola untuk dapat kemudian diukir menggunakan kikir. Tempo dulu dimana ukiran yang biasanya akan diterapkan sebatas motif etnik seperti halnya motif pintu Aceh atau juga pucuk rebung.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini dimana biasanya perajin lebih berani untuk dapat berkreasi dengan menerapkan sebuah aneka motif tumbuh-tumbuhan ataupun juga dengan menyematkan bentuk hewan. Yang dimana terakhir biasanya akan disebutkan tidak mempunyai sebuah makna khusus. Tahap terakhir atau yang dimana biasanya akan disebut dengan tahap finishing, gagang yang dimana nantinya sudah diukir lantas kemudian akan dihaluskan dengan menggunakan sebuah alat khusus. Lalu kemudian akan dimasukkan ke dalam besi yang pada saat itu sudah selesai dibentuk. Jadilah sebuah rencong Aceh.

Harga dan lokasi

Rencong sendiri yang dimana mulai harga Rp 100.000 hingga juga Rp 120.000 untuk sebilah rencong. Itu jika anda memang membeli langsung ke perajin yang dimana biasanya di Aceh sendiri berlokasi sekitar 25 Km dari pusat Kota Banda Aceh. Anda nantinya tinggal mengikuti jalan nasional Banda Aceh-Medan dan juga nantinya anda berbelok ke Desa Baet Mesjid, Kecamatan Suka Makmur, yang ada di Kabupaten Aceh Besar yang dimana desa itu berjarak sekitar 1 Km dari sebuah jalan raya. Untuk menuju kemari anda juga nantinya disana bisa memilih menggunakan sebuah kendaraan pribadi atau juga nantinya dimana nada angkutan umum dengan menggunakan sebuah tujuan Kabupaten Aceh Besar.

Jika nantinya anda bepergian dengan menggunakan sebuah jasa travel, maka anda yang dimana nantinya tingga meminta untuk memasukkan anda ke kawasan sentra perajin rencong ke dalam destinasi wisata. Selain anda bisa mendapatkan rencong dengan harga yang murah di sini juga terdapat tiga perajin lainnya yang dimana menawarkan karya seni rupa. Jika anda tidak berkesempatan menyambangi langsung ke tempat perajinnya, maka cinderamata itu juga yang dimana bisa anda dapatkan di beberapa toko-toko souvenir yang ada di pusat Kota Banda Aceh. Namun tentu biasanya jika recong yang ada di sana tentunya sudah dibanderol dengan harga yang biasanya lebih tinggi.

Tips membeli

Agar nantinya tidak berkarat, kemudian anda bisa membeli sebuah rencong yang terbuat dari besi putih. Selain itu dimana nantinya jika anda dapat memesan langsung ke pengrajin, anda juga nantinya bisa order dengan jumlah dan juga motif serta juga nantinya anda bisa mendapatkan dengan semacam garansi jika terjadi sebuah kerusakan.

Itulah beberapa hal menarik tentang Rencong yang dimana merupakan senjata tradisional Aceh yang dimana sekarang ini masih banyak ditemukan. Tentunya rencong yang dimana digunakan sebagai sebuah simbol dari Aceh yang dimana biasanya dijadikan sebagai souvenir atau untuk dikoleksi. Dimana tentunya di Indonesia ini banyak sekali senjata tradisional yang dimana juga masih banyak tersebar di beberapa wilayah yang ada di Indonesia. Tentunya dalam ini kita sebagai penerus bangsa bisa melestarikan beberapa senjata tradisional yang ada. Terima Kasih.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa