Inilah Daftar Senjata Nuklir Terbesar Dalam Sejarah

Tsar Bomba merupakan senjata termonuklir terbesar dan terkuat yang pernah diciptakan.
(Source: www.pexels.com)

Senjata nuklir merupakan sebuah alat peledak dengan kekuatan destruktif yang berasal dari reaksi nuklir. Maka dari itu, sekecil apapun bentuk dan kekuatan senjatanya, hasilnya tetap akan mematikan. Akan tetapi, ternyata ada beberapa senjata nuklir terbesar yang pernah dibuat oleh manusia. Senjata apa saja itu?

Tsar Bomba

Senjata buatan Uni Soviet ini pertama kali diledakkan pada tanggal 30 Oktober 1961 di pulau Novaya Zemlya. Meski diberi kode nama “Tsar Bomba”, tetapi sebenarnya senjata nuklir satu ini memiliki setidaknya sebelas nama lain yaitu Project 7000, Izdeliye 202, Izdeliye V, RDS-220, RDS-202, RN202, AN602, Vanya, Big Ivan, Kuzkina Mat, dan Kuzma’s Mother.

Senjata ini tidak hanya diciptakan sebagai alat propoganda politik dan sebuah respon terhadap Amerika Serikat, tetapi Tsar Bomba juga diciptakan sebagai bagian dari konsep kekuatan nuklir strategis USSR yang dibuat di bawah kekuasaan Georgy Malenkov dan Nikita Khrushchev. Tsar Bomba merupakan senjata termonuklir terbesar dan terkuat yang pernah diciptakan. Bom hidrogen ini diledakkan dengan cara dijatuhkan melalui udara oleh peledak bom Tu-95 dengan menggunakan parasut penghambat agar bom tidak langsung jatuh. Ledakan terjadi sekitar 4 km di atas tanah dan menghasilkan hasil 50Mt. Hal tersebut diyakini setara dengan daya ledak 3.800 bom Hiroshima yang diledakkan secara bersamaan. Selanjutnya, berbeda dengan senjata termonuklir lainnya, bom ini memiliki tiga tahap sebelum benar-benar meledak. Yang mana hal tersebut membuat kekuatan ledakan semakin meningkat.

B41

Bom yang memiliki nama lain Mk-41 ini memiliki hasil 25Mt dan merupakan senjata termonuklir kekuatan milik Amerika Serikat. Terkait bom ini, sekitar 500 bom diproduksi pada tahun 1960 hingga tahun 1962. Selanjutnya, bom digunakan hingga tahun 1976.

Pengembangan Mk-41 yang dilakukan di tahun 1955 sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan angkatan udara Amerika akan senjata termonuklir kelas B yang memiliki berat sebesar 10 ribu pon. Untuk prototipe sendiri, uji coba terhadap senjata nuklir ini dilakukan selama fase pertama Operation Hardtack pada tahun 1958. Sama seperti Tsar Bomba, Mk-41 juga memiliki tiga tahapan yang harus dilewati sebelum benar-benar meledak dengan kekuatan penuh.

TX-21 “Shrimp”

Selain senjata nuklir Mk-41, Amerika Serikat juga memiliki bom termonuklir lain bernama TX-21 “Shrimp” yang diledakkan pada tanggal 1 Maret 1954 di Bikini Atoll, pulau Marshall. Ledakan TX-21 “Shrimp menghasilkan kekuatan ledakan sebanyak 14.8Mt.

Meskipun bom ini menempati urutan ketiga, tetapi ternyata TX-21 “Shrimp” merupakan varian bom skala kecil dari senjata termonuklir lain bernama TX-17 yang pertama kali diuji coba pada tahun 1954. Bom tersebut menggunakan bahan bakar fusi lithium deuteride. Kemudian, bahan bakar untuk bom hidrogen dua tahap ini memiliki sekitar 37 persen hingga 40 persen lithium-6 yang di dalam tamper uranium alami yang tertutup.

Kembali ke senjata termonuklir TX-21, bom tersebut meledak 7 kaki di atas permukaan yang menyebabkan ada kejatuhan radioaktif yang tersebar lebih dari 11 ribu kilometer. Bahkan, ledakan tersebut mengakibatkan tersebarnya zat radioaktif di beberapa bagian di Asia, Australia, Amerika, dan Eropa.

MK 24/B-24

Merupakan salah satu dari beberapa bom termonuklir terkuat buatan Amerika Serikat, MK 24 didesain berdasarkan alat uji Yankee. Yankee merupakan salah satu dari enam peledak dalam seri uji coba ledakan nuklir Castle. Bom ini diproduksi dalam beberapa konfigurasi yang berbeda dengan kekuatan ledakan bermacam-macam, mulai dari 10Mt hingga 15Mt. Selain itu, MK 24 memiliki tampilan yang sama dengan bom termonuklir Mk-17.

Amerika Serikat memproduksi setidaknya 105 buah MK 24 pada tahun 1954 hingga tahun 1955. Meski begitu, masa pemakaian bom ini langsung selesai di tahun 1956.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa