Tag: Senjata Unik

Kisah Rencong, Senjata Legendaris Aceh

Kisah Rencong, Senjata Legendaris Aceh

Rencong sendiri yang dimana adalah senjata tradisional yang berasal dari Aceh. Konon dimana benda tajam yang berukuran kecil ini sendiri adalah salah satu senjata yang diman juga sudah dikenal sejak masa kesultanan Aceh yang ada pada abad ke-17 masehi.
Rencong sendiri sebagai salah satu yang dimana digunakan untuk dapat menggantikan sebuah kedudukan untuk pedang karena rencong sendiri yang dimana juga dinilai sebagai sebuah senjata dengan keberadaannya yang dimana tidak mencolok. Pada masa itu dimana budaya ngopi juga menjadi salah satu budaya yang dimana juga sudah akrab dengan masyarakat, sehingga sultan yang dimana pada saat itu ingin ‘blusukan’ memilih membawa rencong untuk dapat berjaga-jaga.

Kini rencong sendiri yang dimana menjadi salah satu senjata yang diketahui juga telah bermetamorfosis dan juga menjadi salah satu senjata yang juga sudah dapat beralih fungsi menjadi situs sbobet88 casino dan juga menjadi salah satu cenderamata. Bagi anda pecinta wisata belanja, maka dimana tidak ada salahnya untuk menambah koleksi rancong untuk koleksi bertema etnik anda. Terlebih lagi dimana sebilah rencong sendiri bukan senjata tajam biasa karena benda ini juga menjadi salah satu alat yang menyimpan nilai historis. Di Aceh, sendiri rencong yang dimana salah satu benda yang biasanya kerap dijadikan sebagai salah satu cinderamata bagi tamu kehormatan.

Kisah Rencong, Senjata Legendaris Aceh

Benda tajam yang dimana benda ini sendiri terbuat dari besi atau juga dari kuningan yang biasanya akan bergagang tanduk atau juga menggunakan kayu berukir juga biasanya populer sebagai sebuah souvenir khas Aceh. Pelancong yang dimana mereka sendir seringkali menyelipkan sebuah rencong ke dalam daftar buruan yang mereka incar untuk dapat ditenteng sebagai oleh-oleh.

Riwayat rencong

Pada saat zaman Kerajaaan Aceh Darussalam yang dimana pada saat itu sendiri kerjaan ini yang dimana juga menjadi salah satu yang berpusat di Kutaraja (sekarang berada di Banda Aceh), para perajin yang dimana pada saat itu biasanya mereka yang dimana juga akan berkumpul di Gampong Pande. Pande sendiri yang dimana bermakna pandai. Dinamai demikian karena di situlah dimana nantinya para pandai besi yang kemudian akan berhimpun.

Perbedaan rencong yang ada pada zaman dulu yang dimana hanya mengenal satu model, jadi dimana pada zaman dahulu sendiri rancong yang dimana semuanya sama. Kalau sekarang dimana rencong sendiri menjadi senjata yang juga sudah banyak dikreasikan khususnya yang ada pada bagian gagang, ada yang menggunakan sebuah tanduk kerbau ada juga yang dimana memakai kayu atau juga dengan kombinasi keduanya. Selain itu motif dan juga ukuranya juga lebih kreatif.

Proses pembuatan

Laki-laki yang dimana sejak umur 16 tahun sudah menggeluti sebagai profesinya sebagai perajin, biasa mereka nantinya akan dapat membuat rencong sesuai dengan pesanan. Rata-rata dalam sehari ia sendiri yang dimana akan dapat menyelesaikan pembuatan sebilah rencong.Prosesnya untuk dapat memulai pembuatnya dimana dimulai dari mengolah bahan baku yang berupa besi putih atau juga berupa besi hitam. Bahan baku tersebut yang dimana kemudian diambil dari bahan bekas yang dimana juga sudah tak terpakai atau juga bahkan dibelinya dari penggalas. Besi batangan itu yang nantinya akan lantas dibelah sesuai kebutuhan. Tahap selanjutnya yang dimana juga merupakan salah satu tahapan sekaligus yang paling menentukan adalah sebuah proses tempa.

Potongan besi yang dimana kemudian dipanaskan di atas bara, kemudian besi yang dimana juga telah menyala sangat merah itu yang kemudian ditaruh di atas tatakan atau juga di taruh di atas lantas kemudian nantinya besi panas tersebut yang dimana kemudian akan dihantam berulang-ulang menggunakan semacam sebuah palu berukuran extra besar. Begitu kemudian seterusnya hingga kemudian dapat mencapai sebuah hasil yang diinginkan. Sementara untuk sebuah proses pembuatan gagang yang dimana nantinya akan dimulai dari memotong kayu atau juga akan memotong tanduk. Keduanya yang dimana nantinya akan lantas dibuat pola untuk dapat kemudian diukir menggunakan kikir. Tempo dulu dimana ukiran yang biasanya akan diterapkan sebatas motif etnik seperti halnya motif pintu Aceh atau juga pucuk rebung.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini dimana biasanya perajin lebih berani untuk dapat berkreasi dengan menerapkan sebuah aneka motif tumbuh-tumbuhan ataupun juga dengan menyematkan bentuk hewan. Yang dimana terakhir biasanya akan disebutkan tidak mempunyai sebuah makna khusus. Tahap terakhir atau yang dimana biasanya akan disebut dengan tahap finishing, gagang yang dimana nantinya sudah diukir lantas kemudian akan dihaluskan dengan menggunakan sebuah alat khusus. Lalu kemudian akan dimasukkan ke dalam besi yang pada saat itu sudah selesai dibentuk. Jadilah sebuah rencong Aceh.

Harga dan lokasi

Rencong sendiri yang dimana mulai harga Rp 100.000 hingga juga Rp 120.000 untuk sebilah rencong. Itu jika anda memang membeli langsung ke perajin yang dimana biasanya di Aceh sendiri berlokasi sekitar 25 Km dari pusat Kota Banda Aceh. Anda nantinya tinggal mengikuti jalan nasional Banda Aceh-Medan dan juga nantinya anda berbelok ke Desa Baet Mesjid, Kecamatan Suka Makmur, yang ada di Kabupaten Aceh Besar yang dimana desa itu berjarak sekitar 1 Km dari sebuah jalan raya. Untuk menuju kemari anda juga nantinya disana bisa memilih menggunakan sebuah kendaraan pribadi atau juga nantinya dimana nada angkutan umum dengan menggunakan sebuah tujuan Kabupaten Aceh Besar.

Jika nantinya anda bepergian dengan menggunakan sebuah jasa travel, maka anda yang dimana nantinya tingga meminta untuk memasukkan anda ke kawasan sentra perajin rencong ke dalam destinasi wisata. Selain anda bisa mendapatkan rencong dengan harga yang murah di sini juga terdapat tiga perajin lainnya yang dimana menawarkan karya seni rupa. Jika anda tidak berkesempatan menyambangi langsung ke tempat perajinnya, maka cinderamata itu juga yang dimana bisa anda dapatkan di beberapa toko-toko souvenir yang ada di pusat Kota Banda Aceh. Namun tentu biasanya jika recong yang ada di sana tentunya sudah dibanderol dengan harga yang biasanya lebih tinggi.

Tips membeli

Agar nantinya tidak berkarat, kemudian anda bisa membeli sebuah rencong yang terbuat dari besi putih. Selain itu dimana nantinya jika anda dapat memesan langsung ke pengrajin, anda juga nantinya bisa order dengan jumlah dan juga motif serta juga nantinya anda bisa mendapatkan dengan semacam garansi jika terjadi sebuah kerusakan.

Itulah beberapa hal menarik tentang Rencong yang dimana merupakan senjata tradisional Aceh yang dimana sekarang ini masih banyak ditemukan. Tentunya rencong yang dimana digunakan sebagai sebuah simbol dari Aceh yang dimana biasanya dijadikan sebagai souvenir atau untuk dikoleksi. Dimana tentunya di Indonesia ini banyak sekali senjata tradisional yang dimana juga masih banyak tersebar di beberapa wilayah yang ada di Indonesia. Tentunya dalam ini kita sebagai penerus bangsa bisa melestarikan beberapa senjata tradisional yang ada. Terima Kasih.

Macam Jenis Senjata Tradisional Aceh

Macam Jenis Senjata Tradisional Aceh

Kita semua tahu, indonesia adalah salah satu negara yang kaya dengan tradisi dan juga budaya yang beraneka ragam. Seperti halnya yang akan kita bahas di dalam artikel ini tentang senjata tradisional Aceh yang sekarang menjadi salah satu warisan kebudayaan. Senjata tradisional Aceh yang dahulu digunakan sebagai salah satu senjata untuk melawan penjajahan yang terjadi di indonesia. Dan kini senjata-senjata tersebut menjadi sebuah legenda dan juga simbol keberanian masyarakat Aceh saat itu. Beberapa alat atau senjata tersebut juga sekarang masih digunakan namun bukan untuk perang, melainkan untuk kepentingan lain seperti untuk berkebun, berburu hewan dan juga sebagai salah satu alat masak di dapur. Pradaban sebuah bansga dapat diliah dengan sejaah yang telah di lewati oleh bansga tersbut. Masa keemasan suatu bangsa bukanlah datang dengan sendirinya melainkan sesuatu yang diperjuangkan dan juga di jaga hingga kini. Sejarah sebuah bangsa yang selalu meninggalkan sebuah jejak berupa benda peninggalan sejarh mempunyai nilai kebudayaan yang melekat, dan juga sudah sepatunya kita sebabagi generasi bangs tahu dan menjagianya. Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa senjata tradisional Aceh yang bersejarah. Senjata yang dahulu digunakan untuk melawan penjajah dan mempertahankan negara, senjata yang juga tidak hanya di pakaian sebagai alat melainkan juga sebagai simbol kebudayaan dan kekuatan suatu bangsa.

Macam-macam Senjata Tradisional Aceh

Aceh Darussalam, yang merupakan salah satu provinsi paling ujung indonesia punya rekam jejak yang panjang apalagi tentang hal yang menyangkut kebudayaan. Kekhasan budaya masyarakat melekat hingga kini, banyak juga kebudayaan aceh yang sekarang menjadi salah satu peninggalan sejarah perjuangan di masa yang lalu. Dan salah satu peninggalan sejarah tersebut dahulu juga digunakan sebagai salah satu dalam hal mempertahankan diri melawan para penjajah. Dibawah ini adalah beberapa senjata yang dahulu menjadi saksi perlawanan masyarakat Aceh dalam melawan penjajah.

Senjata Siwah

Senjata Siwah merupakan senjata tajam khas Aceh yang bentuknya mirip dengan Rencong, yang digunakan sebagai salah satu senjata untuk perang untuk menyerang. Bentuknya hampir sama dengan sama dengan Rencong, tetapi untuk bentuk siwah ini ukurannya panjangnya melebihi rencong. Alat perang ini sekarang sudah jarang ditemui, selain alat ini juga harganya cukup mahal merupakan salah satu bagian dari perlengkapan raja-raja atau uleebalang-uleebalang. Untuk siwah sendiri biasanya diberikan hiasan emas dan juga permata yang biasanya pada sarung ataupun pada gagang senjata ini, berfungsi sebagai perhiasan bukan sebagai bagian senjata.

Rencong

Rencong sendiri adalah senjata tradisional yang dahulu digunakan sebagai salah satu alat perang, senjata ini mulai dipakai pada zaman kesultanan Aceh, yaitu tepatnya sejak pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah salah satu sultan pertama di Aceh. Rencong sendiri selalu ada dan biasanya kan disisipkan di pinggang sultan Aceh, para Uleebalang dan pada masyarakat yang menggunakan rencong dan situs sbobet sebagai senjata mereka. Rencong sendiri di kenalam oleh Sulthan dan juga par abangswan lainnya, biasnaya rancong ini terbuat dari bahan dasar emas dan juga sarungnya terbuat dari gading. Sedangkan Ranceong sendiri di gunakan oleh masyarakat Aceh biasanya kan terbuat dari kuningan atau besi putih sedangkan untuk sarungnya biasa terbuat dari kayu ataupun tanduk kerbau.

Meucugek

Senjata yang dahulu dipakai oleh masyarakat Aceh selanjutnya adalah Meucugek. Senjata ini sendiri merupakan sebuah istilah perekat. Bentuk senjata ini tergolong kedalam ini rencong ini memiliki gagang yang di buat panahan dan mempunyai sebuah perkara yang berfungsi untuk memudahkan senjata ini jika akan menikam musuh atau lawan. Senjata ini sekarang biasanya digunakan masyarakat Aceh pedalaman untuk berburu hewan buruan.

Meupucok

Meupucok sendiri merupakan salah satu senjata Aceh yang terbuat dari ukiran-ukiran logam dan juga emas pada gagangnya. Meupucok sendiri biasanya akan digunakan sebagai salah satu hiasan pada acara-acara resmi di aceh yang berhubungan dengan acara adat ataupun juga berbagai macam acara kesenian. Senjata ini juga sekarang biasanya akan dipakai untuk salah satu hiasan di dalam acara pernikahan atau acara kesenian Aceh yang lainya sebagai sebuah simbol.

Pudoi

Senjata yang bentuknya mirip dengan rencong ini disebut dengan nama Pudoi. Pudoi sendiri bentuknya mempunyai gagang yang pendek dan juga lurus. Sehingga terkesan seperti sebuah bentuk rencong yang belum selesai. Sebutan Pudoi ini adalah salah satu sebutan untuk senjata ini untuk sesuatu yang dianggap belum selesai atau sempurna. Namun, pada umumnya senjata ini juga sudah bisa dipakai.

Rencong Meukuree

Senjata tradisional selanjutnya yang berasal dari Aceh yaitu Rencong Meukuree. Rencong Meukuree ini salah satunya mempunyai hiasan pada bagian matanya. Hiasan terbuat biasanya berupa gambar ular, lipan, burung atau binatang lainya sebagai simbol. Penggunakan senjata tradisional ini biasanya sama dengan menggunakan senjata jenis rencong yang biasanya dipakai sebagai salah satu simbol upacara adat masyarakat Aceh.

Peudeung

Peudeung atau yang dikenal juga dengan nama pedang Aceh ini umumnya digunakan salah satu alat untuk memperlengkap pertarungan pada zaman dahulu. Jika biasanya untuk senjata jenis rencong akan digenggam di sebelah kiri untuk pedang aceh ini biasanya digunakan sebagai alat tikam/tusuk. Peudang ini biasanya akan di gendam di sebelah kanan sebagai salah satu alat pengalihan perhatian untuk lawan atau musuh, sekaligus pencincang dan juga penusuk tumbuh bagi lawan. Selain itu untuk senjata Peudeung Aceh ini juga memiliki macam-macam, bentuk gagang yang membedakannya menjadi beberapa yaitu :

Peudeung Tumpang Jingki

Pada alat perang ini, gagang pedang dengan bentuk yang menyerupai sebuah mulut terbuka.

Peudeung Ulee Meu-Apet

Peudeung Ulee Meu-Apet untuk peudang jenis ini biasanya digunakan untuk menyerang musuh dna biasanya jika musuh sudah terkena senjata ini tidak mudah untuk terlepas. Merupakan salah satu senjata rakyat Aceh yang biasanya digunakan untuk berperang.

Peudeueng Ulee Tapak Guda

Peudeueng Ulee Tapak Guda untuk senjata jenis ini bentuknya juga menyerupai ganggang yang menyerupai telapak kaki kuda. Menurut sejarah daerah asal, senjata peudang Aceh ini juga cukup di kenal di antaranya yaitu peudeung Poertugis (dari Eropa Barat). peudeung Habsyah (dari Abbesinia), dan juga peudeung Turki (dari raja-rajaTurki).

Meriam Sri Rambai’ Iskandar Muda

Salah satu senjata yang digunakan masyarakat Aceh pada zaman dahulu yaitu Meriam Sri Rambai. Senjata ini juga menjadi salah satu bukti kejayaan Sultan Iskandar muda pada saat itu. Meriam ini hingga sekarang masih sangat kokoh dan bus anda liat sebagai salah satu bukti sejarah, meriam ini juga menghadap ke laut Forth Cornwalilis,George Town, Penang, Malaysia. Pada zaman dahulu meriam ini dipakai dan juga digunakan untuk menyerang para penjajah yang tiba di Aceh. Sedangkan untuk sekarang budaya meriem ini masih terus ada, biasanya meriam ini akan digunakan kembali pada saat bulan Ramadhan, fungsinya bukan lagi sebagai alat serang musuh melainkan sebagai ajang bermain memeriahkan bulan Ramadhan.

Demikian itulah beberapa senjata tradisional Aceh yang dibahas dalam artikel ini, senjata-senjata tersebut merupakan suatu kebudayaan yang sudah sepatutnya kita jaga dan kita lestarikan sebagai salah satu bukti kejayaan. Sekedar tambahan, Aceh sendiri sekarang menjadi salah satu tempat yang sudah banyak dikunjungi oleh para wisatawan karena memiliki banyak sekali destinasi wisata unik dan juga menarik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda dan juga menambah pengetahuan dan tentang berbagai macam senjata tradisional dan juga sejarah. Terimakasih.

Senjata Tradisional Mancanegara

Senjata Tradisional Mancanegara

Sejak jaman dahulu setiap negara memiliki berbagai macam senjata walaupun kita banyak diantaranya sudah tidak dipakai lagi. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi senjata yang dahulu digunakan untuk alat bertahan hidup dan berburu kini seiring dengan berjalannya waktu senjata tradisional menjadi semua simbol dan barang sejarah. Umumnya senjata tradisional ini sekarang dijadikan simbol karena dahulu memiliki nilai historis berikut ini beberapa senjata tradisional dari mancanegara:

Kakute

Senjata dari jepang ini mempunyai konsep dari knuckle, tujuan senjata ini adalah untuk melumpuhkan musuh. Bentuknya sendiri menyerupai cincin dengan duri duri tajam di setiap sisinya. Biasanya para ninja terdahulu akan menyembunyikan alamat ini di bawah tangan mereka agar tidak diketahui musuh, dengan gerakan yang cepat kakute ini mampu mengoyak tubuh lawan. Biasa Nya kakute terbuat dari bahan metal dan kayu.

Sodegarami

Bentuk senjata Sodegarami

Senjata ini juga berasal dari jepang digunakan untuk menangkap seseorang dengan cara mengarahkan sodegarami ke kain lalu mengurutkannya pada lawan. Sodegarami bisa disebut juga dengan “pelopor lengan” senjata ini terdiri dari tiang tebal dengan paku di sepanjang senjata dan ujung nya. Panjangnya Sekitar 2 meter dengan tinggi 7 kaki dengan bagian beberapa kepala berduri menghadap ke belakang.

Zweihander


Disebut juga sebagai pedang terbesar di dunia. Dahulu digunakan di swiss dan jerman karena susah untuk di gunakan untuk prajurit yang mau menggunakan akan mendapat bayaran dua kali lipat. Zweihander asem diri adalah pedang yang diciptakan pertama kali saat terjadi perang italia yaitu pada tahun 1494. Pedang ini juga dikenal dengan sebutan Bedander dan Doppelganger yang artinya mereka adalah ganda. Saat akan menggunakan sang pengguna harus menggunakannya dengan dua tangan untuk mengayun agar efek mengayunnya maksimal. Bahkan diketahui dahulu saat satu kali ayunan pedang ini bisa menebas leher 7 orang sekaligus.

Madu

Madu digunakan dalam seni bela diri masyarakat India yang disebut macan kombu. Kebendaan madu tak lepas dari larangan membawa senjata kaum Muslim dan Hindu kuno dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini digunakan untuk bagian perlindungan diri, madu sendiri biasanya disambungkan menggunakan dua tanduk rusa sebagai alat perlindungan diri dan masih digunakan hingga sekarang oleh beladiri india. Ada beberapa variasi satu dengan tambahan tip baja dan juga perisai. menjadikan madu sebagai senjata yang efisien.

Atlatl

Adalah senjata panah yang digunakan dari zaman batu, senjata ini dapat menghancurkan anak panah hingga kecepatan 160 km/jam. Bahkan beberapa ilmuwan memiliki teori bahwa senjata ini menjadi penyumbang kepunahan mammoth pada masa itu. Alat ini digunakan untuk melempar batu, panah atau batu, biasanya senjata ini dipasang dengan kata panah khusu yang disebut dengan Tlacochtli. Alat ini bisa untuk melontarkan benda lebih kuat dan lebih jauh dibandingkan hanya menggunakan tangan biasa.

Shotel


Pedang dari Ethiopia kuno ini konon sangat susah ditahan oleh perisai sekalipun dikarenakan bentuknya melengkung. Akan tetapi tetapi walaupun bentuknya unik dan sangat mengerikan beberapa orang berpendapat bahwa shotel senjata yang kurang efektif dikarenakan hanya memberikan luka yang kecil kepada lawan.

Urumi

Bentuk senjata Urumi


Bentuknya pedang yang fleksibel seperti cambuk, mata logamnya berupa pedang yang bisa ditekuk membuat nya bisa di ikatkan ke perut seperti layak nya sabuk. karena bentuknya yang unik senjata ini biasanya diperuntukkan saat duel. Urumi juga terlihat sangat mengerikan karena bentuknya tidak seperti pedang pada umumnya, beberapa sulur bilah yang fleksibel membuat lawan tidak akan tahu bila mana yang akan mengenakannya. Pedang ini juga memiliki nama lain yaitu “patta kanthi” senjata yang biasa digunakan orang india dengan panjang 121,92-167 cm.

Gunting romawi

Senjata ini menjadi senjata yang digunakan cukup sering oleh para gladiator yang menggunakan senjata jaring. gunting ini digunakan untuk menggunting jaring saat pertempuran gladiator dan digunakan untuk menghabisi lawan.

Bagh Nakh


Bagh Nakh sendiri bentuknya menyerupai cakar binatang buas yang memiliki ruas yang tajam untuk melumpuhkan lawan. Bentuknya yang menyerupai cakar harimau di fungsikan untuk menusuk lawan. senjata ini juga punya cerita pernah di gunakan untuk membunuh jendral Mongolia pada saat itu.

Zhua

Zhua Senjata Tradisoonal China

Adalah senjata kuno yang berasal dari Cina yang bentuknya menyerupai cakar. Jika digunakan secara cepat dan benar zhua mampu menarik orang yang berkuda hingga jatuh. Senjata ini juga mempunyai nama penggaruk punggung karena senjata ini dapat membunuh musuh dan menyebabkan luka yang dalam.

Keris

Senjata Keris Indonesia


Kris adalah senjata tradisional khas indonesia dahulu keris digunakan oleh raja raja atau bangsawan saat mas itu untuk berperang. Senjata ini bentuknya lebih mirip dengan piasu hanya saja keris memiliki lekukan. Senjata ini juga diperlukan untuk ritual-ritual tertentu dan berkaitan dengan hal mistis. Mereka yang memiliki keris dahulu adalah golongan raja dan bangswan.

Rungu


Bentuknnya seperti pipa, senjata ini dahulu benar-benar digunakan oleh suku Masai di Afrika saat berburu cara penggunaanya yaitu dengan cara dilemparkan. Namun sekarang rungu dipakai dalam acara olahraga bahkan sebagai cabang olahraga.

Kerambit atau kerambit

Pisau kecil asal minangkabau ini mendunia di populerkan oleh pencak silat. layaknya spserti bagh nakh kerambit terinspirasi dari dari cakar harimau dan biasa nya digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Dalam sebuah klarifikasi disebutkan bahwa pisau ini terdapat di urutan kedua setelah pistol sebaik senjata yang mematikan. Bahan pisau tersebut dipercaya dapat melumpuhkan orang yang memiliki ilmu kebal sekalipun. Pisau kerambit ini memiliki dua jenis yaitu kerambit jantan dan kerambit betina pada kermbiut jantan di pinggung bagian bawah terdapat tujuh gerigi dan untuk krambit betina di tempat yang sama miliki lima perigi

Fire Lance


Bisa disebut juga tombak api senjata ini muncul pada pertengahan abad ke-10 di China saat perang Jin-Song. Di Dalam tobak aoi ini terdapat perangkat piroteknik yang melekat pada senjata seperti tombak. Saat bubuk mesiu meningkat, melepaskan bahan peledak yang tinggi, dan puing-puing atau pelet yang juga ditambahkan memberikan beberapa efek kombinasi saat terjadi penyemburan api. Senjata ini juga dianggap sebagai senjata proto-gun, sebelum meriam..

KHOPESH


Jika kita lihat dari bentuknya mirip pengait sebuah pedang pada masa mesir kuno senjata ini digunakan oleh orang orang mesir kuno, senjata ini juga mirip seperti celurit yang kedua sisinya sangat tajam. Rta rata senjata ini melki panjang 50-60 cm dan pada umumnya terbuat dari besi dan perunggu. Senjata ini diperkirakan sudah diciptakan dan digunakan yaitu dari abad ketiga sebelum Masehi sampai 1300 SM.

Kpinga


Adalah senjata khas suku Azanda di Afrika dibuat dari baja dan mempunyai tiga mata pisau yang mncuat di tengah.
Bedanya yaitu pada letak ukuran, di mana kpinga memiliki ukuran yang lebih kecil karena didesain untuk dilempar. Saat senjata ini dibawa ke medan perang senjata ini akan diletakkan di balik punggung dan hanya akan dilemparkan saat prajurit kehilangan senjata utama. Tapi di tangan prajurit yang sudah terlatih satu kali lemparan cukup untuk mencabut nyawa musuh. Dalam tradisi di Azanda, kpinga juga dianggap sebagai sebuah simbol kekuatan dan dan jadi simbol persembahan untuk mempelai wanita.

Di Atas adalah artikel berbagai senjata kuno yang dahulu dipakai berbagai negara dalam sebuah pertarungan, dan kini digunakan sebagai sebuah simbol kebudayan dan sejarah. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi anda. Terimakasih!

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa